JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah mendalami dugaan keterlibatan Bupati Pati, Sudewo, dalam praktik intervensi proses lelang proyek pembangunan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Dugaan penyalahgunaan wewenang ini ditengarai terjadi saat Sudewo masih menduduki kursi Anggota Komisi V DPR RI, yang merupakan mitra kerja utama Kementerian Perhubungan dalam urusan infrastruktur dan transportasi.
Penyidik lembaga antirasuah mengendus adanya upaya pengkondisian pemenang lelang pada sejumlah proyek strategis jalur kereta api yang diduga kuat digerakkan melalui pengaruh politik dari kursi legislatif. KPK mensinyalir bahwa Sudewo menggunakan posisinya di Komisi V untuk menitipkan kontraktor tertentu agar mendapatkan jatah pengerjaan proyek, yang kemudian bermuara pada dugaan aliran suap untuk memuluskan kesepakatan tersebut.
Hingga Rabu (22/4/2026), tim penyidik terus memperkuat konstruksi hukum melalui pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dari unsur birokrasi kementerian dan pihak swasta. KPK fokus menelusuri jejak komunikasi serta dokumen lelang yang mencurigakan guna membuktikan adanya arahan khusus dalam penentuan pemenang tender. Penyelidikan ini merupakan bagian dari pengembangan skandal korupsi DJKA yang telah menjerat banyak pejabat tinggi sebelumnya.



Jadilan yang pertama memberikan komentar!