JAKARTA – Kabar kurang sedap menghampiri industri telekomunikasi Indonesia. Harga material kabel fiber optik dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sebesar 17% pada pertengahan April 2026. Lonjakan ini memicu kekhawatiran akan terjadinya penyesuaian tarif layanan internet di tingkat konsumen dalam waktu dekat.
Faktor Geopolitik dan Logistik Global
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengungkapkan bahwa kenaikan ini tidak lepas dari kondisi geopolitik global yang belum stabil, khususnya yang berdampak pada jalur distribusi di Timur Tengah. Ketegangan di wilayah tersebut telah menyebabkan biaya logistik meningkat drastis, ditambah dengan kelangkaan bahan baku komponen plastik dan petrokimia sebagai pembungkus kabel.
"Kenaikan 17 persen ini cukup memukul biaya penggelaran jaringan infrastruktur digital nasional. Kami sedang menghitung dampak jangka panjangnya terhadap beban operasional perusahaan," ujar perwakilan pelaku industri telekomunikasi.
Rebutan Stok dengan Sektor Militer
Selain faktor logistik, para analis mencatat adanya pergeseran permintaan pasar global. Material fiber optik kini banyak dialihkan untuk kebutuhan teknologi militer, terutama dalam pengembangan fiber-guided drones yang masif digunakan dalam konflik internasional saat ini. Hal ini menyebabkan stok untuk kebutuhan komersial/sipil menjadi langka dan harganya melambung tinggi.
Jadilan yang pertama memberikan komentar!